Manfaat Lebih Banyak daripada Mudharat
SETIAP teknologi pasti memiliki dua sisi yang berlawanan: positif dan negatif. Manusia sebagai pengguna amat menentukan sisi yang dipilihnya. Google Earth, yang mestinya menjadi penemuan fenomenal, dapat saja menjadi peranti yang justru ’’mendukung’’ aksi orang-orang jahat.
Bahkan kejahatan dengan memanfaatkan Google Earth bukan sekadar baru dalam tahapan niat, melainkan sudah menjadi kenyataan dalam beberapa tahun terakhir.
Aksi terakhir yang diketahui adalah teror di Mumbai, India (November 2008). Saat diinterogasi polisi, para pelaku mengaku menggunakan Google Earth untuk menemukan sasaran dan mengkoordinasi serangan.
’’Mereka menghafal gambar satelit dari jalan-jalan Mumbai yang ditampilkan di Google Earth,’’ kata seorang pejabat kepolisian di India yang menangani penyidikan kasus tersebut. Teror di Kota Mumbai menewaskan 179 orang, termasuk 28 orang warga asing.
Pentagon bahkan pernah memberi tekanan kepada induk perusahaan itu, Google, untuk menyetop penyediaan layanan tersebut. Tapi upaya itu tak mempan, karena masalah penyalahgunaan teknologi bisa terjadi di bidang apapun, dan tergantung manusianya. Apalagi lebih banyak orang yang mendapat manfaat daripada mudharatnya.
Terbukti Dinas Kebakaran Negara Bagian Victoria, Australia, mampu menemukan lokasi kebakaran hutan yang menewaskan ratusan orang (termasuk dua mahasiswa asal Indonesia), Februari lalu.
Bahkan, awal tahun ini, Kepolisian Swiss berhasil mendeteksi dua hektare ladang ganja yang tersembunyi di sebuah kebun jagung. Dalam penggerebekan, polisi menemukan 1,2 ton mariyuana, uang tunai 900 dollar AS, dan barang-barang berharga lainnya, serta menahan 16 orang tersangka.
Tergantung Pengguna Menurut Andy Kristanto, penulis buku Mengoptimalkan Peta Dunia Interaktif di Internet (2008), sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh dari Google Earth. ’’Seberapa besar manfaatnya, itu tergantung dari siapa penggunanya,’’ ujarnya.
Seorang karyawan, misalnya, bisa menggunakan tampilan dari Google Earth untuk menentukan tower-tower perusahaannya. Pelajar atau mahasiswa bisa menggunakan peranti lunak ini sebagai sumber pendukung dalam menyelesaikan tugasnya.
Sedangkan pengusaha bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan perusahaan (termasuk cabang-cabangnya) maupun produknya secara global. Google Earth juga bisa digunakan untuk menunjukkan lokasi wisata tertentu.
Polisi atau petugas intelijen pun dapat memanfaatkanya untuk melacak lokasi kejahatan di suatu tempat. Misalnya lokasi pembalakan hutan liar, pencemaran pabrik, identifikasi lokasi pabrik ekstasi, lokasi persembunyian penculik, dan sebagainya.
Bahkan, banyak fungsi yang ditawarkan Google Earth selain untuk melihat sebuah daerah tertentu saja. Misalnya, untuk menghitung jarak. Google Earth bisa digunakan untuk menghitung jarak tempuh atau menghitung jarak dari satu lokasi ke lokasi lain. (S Mulyani-32)
Mengenai Saya
- Hengky Sugiyanto
- Yah beginilah saya, apa adanya, dan ga punya apa-apa
BOX KOMENTAR
Text
Kamis, 16 Juli 2009
manfaat dan mudorotnya internet
Diposting oleh
Hengky Sugiyanto
di
05.51
0
komentar
Kamis, 11 Juni 2009
manfaat dan mudorotnya mempelajari internet

Manfaat Lebih Banyak daripada Mudharat
SETIAP teknologi pasti memiliki dua sisi yang berlawanan: positif dan negatif. Manusia sebagai pengguna amat menentukan sisi yang dipilihnya. Google Earth, yang mestinya menjadi penemuan fenomenal, dapat saja menjadi peranti yang justru ’’mendukung’’ aksi orang-orang jahat.
Bahkan kejahatan dengan memanfaatkan Google Earth bukan sekadar baru dalam tahapan niat, melainkan sudah menjadi kenyataan dalam beberapa tahun terakhir.
Aksi terakhir yang diketahui adalah teror di Mumbai, India (November 2008). Saat diinterogasi polisi, para pelaku mengaku menggunakan Google Earth untuk menemukan sasaran dan mengkoordinasi serangan.
’’Mereka menghafal gambar satelit dari jalan-jalan Mumbai yang ditampilkan di Google Earth,’’ kata seorang pejabat kepolisian di India yang menangani penyidikan kasus tersebut. Teror di Kota Mumbai menewaskan 179 orang, termasuk 28 orang warga asing.
Pentagon bahkan pernah memberi tekanan kepada induk perusahaan itu, Google, untuk menyetop penyediaan layanan tersebut. Tapi upaya itu tak mempan, karena masalah penyalahgunaan teknologi bisa terjadi di bidang apapun, dan tergantung manusianya. Apalagi lebih banyak orang yang mendapat manfaat daripada mudharatnya.
Terbukti Dinas Kebakaran Negara Bagian Victoria, Australia, mampu menemukan lokasi kebakaran hutan yang menewaskan ratusan orang (termasuk dua mahasiswa asal Indonesia), Februari lalu.
Bahkan, awal tahun ini, Kepolisian Swiss berhasil mendeteksi dua hektare ladang ganja yang tersembunyi di sebuah kebun jagung. Dalam penggerebekan, polisi menemukan 1,2 ton mariyuana, uang tunai 900 dollar AS, dan barang-barang berharga lainnya, serta menahan 16 orang tersangka.
Tergantung Pengguna Menurut Andy Kristanto, penulis buku Mengoptimalkan Peta Dunia Interaktif di Internet (2008), sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh dari Google Earth. ’’Seberapa besar manfaatnya, itu tergantung dari siapa penggunanya,’’ ujarnya.
Seorang karyawan, misalnya, bisa menggunakan tampilan dari Google Earth untuk menentukan tower-tower perusahaannya. Pelajar atau mahasiswa bisa menggunakan peranti lunak ini sebagai sumber pendukung dalam menyelesaikan tugasnya.
Sedangkan pengusaha bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan perusahaan (termasuk cabang-cabangnya) maupun produknya secara global. Google Earth juga bisa digunakan untuk menunjukkan lokasi wisata tertentu.
Polisi atau petugas intelijen pun dapat memanfaatkanya untuk melacak lokasi kejahatan di suatu tempat. Misalnya lokasi pembalakan hutan liar, pencemaran pabrik, identifikasi lokasi pabrik ekstasi, lokasi persembunyian penculik, dan sebagainya.
Bahkan, banyak fungsi yang ditawarkan Google Earth selain untuk melihat sebuah daerah tertentu saja. Misalnya, untuk menghitung jarak. Google Earth bisa digunakan untuk menghitung jarak tempuh atau menghitung jarak dari satu lokasi ke
Diposting oleh
Hengky Sugiyanto
di
05.35
0
komentar